arti profesi engineer

arti profesi engineer

I’m an engineer

Rasanya agak sedikit keren bila kita punya profesi sebagai engineer atau orang teknik. Meski keren, namun banyak orang yang belum paham dengan profesi ini. “Apa sih kerjanya Engineer..kok gajinya agak gede…” hehe..masih pakai “agak”, kelihatan kurang bersyukur ya?

Menurut wikipedia.org, Engineer atau teknik adalah disiplin dan profesi yang menerapkan teori-teori ilmiah, metode matematika, dan bukti empiris untuk merancang, membuat, dan menganalisis solusi teknologi yang mempertimbangkan keselamatan, faktor manusia, hukum fisik, peraturan, kepraktisan, dan biaya. Saat ini, teknik dianggap terdiri dari 4 cabang utama yaitu teknik kimia, teknik sipil, teknik elektro, dan teknik mesin. Ada banyak subdisiplin teknik (atau teknik turunan) dan mata pelajaran interdisipliner yang berasal dari konsentrasi, kombinasi atau ekstensi dari cabang teknik utama tersebut. Sebagai contoh, di dunia kerja, kita mengenal posisi seorang Welding engineer atau insiyur pengelasan. Posisi ini adalah cabang dari teknik mesin yang fokus dalam mempelajari cara mengelas dengan baik.

logo Mechanical Engineer
logo Mechanical Engineer (teknik mesin) di Indonesia

Out put atau hasil kerja profesi engineer ini adalah desain (misalnya desain rumah atau desain pabrik ), produk (misalnya rumah atau pabrik) ataupun solusi dari masalah teknik yang ada (misal cara memperbaiki mesin diesel). Welding engineer misalnya, out put kerja nya (kami sering memakai istilah deliverable) adalah desain tentang standarisasi pengelasan ataupun WPS (welding procedure specification) sehingga produk las nya bagus dan welding engineer bertanggung jawab untuk memberikan solusi apabila ada masalah pengelasan saat konstruksi.

Secara umum, engineer bekerja menggunakan bakat / talenta berfikir yang di anugerahkan Allah kepadanya. Ibarat pedagang, modalnya engineer adalah akal atau otak. Maka tak jarang para engineer ini selalu belajar untuk mengasah akalnya supaya makin cemerlang dalam bekerja. Maka alangkah ruginya apabila seorang engineer berhenti belajar, kemampuannya hanya segitu-gitu saja.

Selama masa belajar di bangku kuliah, mahasiswa teknik di ajak berfikir secara logika atau ilmiah. Kebiasaan mereka yang berfikir ilmiah dan runut untuk menyelesaikan masalah ataupun memenuhi target tertentu, menjadi bekal yang sangat baik untuk engineer naik posisi ataupun jabatan menjadi level manager ataupun superintendent ataupun kepala divisi. Bahkan kita pernah mendapati lulusan teknik yang berhasil meniti karir di dunia perbankan ataupun sukses menjadi direktur dll.

 

I’am an engineer.. and so proud of it

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 ENGINEER'S BLOG