Arti filosofi “dipikir karo mlaku”

Arti filosofi “dipikir karo mlaku”

Dipikir karo mlaku

 

Kalimat atau pepatah “dipikir karo mlaku” semakin terkenal dalam beberapa tahun ini. Kalimat dalam bahasa jawa ini diterjemahkan menjadi “difikirkan sambil berjalan”.

Karo mlaku

Karo mlaku atau dalam bahasa indonesia artinya “dengan berjalan”..kata berjalan bukan berarti berjalan kaki atau melangkahkan kaki..ataupun berpindah dari satu tempat menuju tempat lain dengan sepeda motor..atau mobil atau alat transportasi lainnya. “Karo mlaku” lebih tepat diartikan sebagai sebuah “proses yang sedang berlangsung atau berjalan”.

Contohnya adalah ketika mudik dari Jakarta ke kampung di Solo. “Karo mlaku” adalah sebuah proses mudik yang sedang berlangsung atau terjadi..mulai dari Kota Jakarta menuju kota Solo. Proses ini bisa menggunakan sepeda motor, bisa naik mobil ataupun naik bajai.

Contoh lain adalah ketika kita merencanakan dan membuat acara pesta pernikahan. “Karo mlaku” adalah proses yang dimulai dari persiapan pesta yaitu menentukan tanggal atau hari H pesta sampai akhir proses yaitu pesta pernikahan selesai.

Jadi, makna “dipikir karo mlaku” adalah sebuah aktivitas otak atau akal yang berfikir (bukan diam) terus menerus selama sebuah proses terjadi, yaitu sejak awal proses sampai akhir proses.

Kapan kita menggunakan “dipikir karo mlaku?”

Biasanya, seseorang menggunakan ungkapan “dipikir karo mlaku” adalah ketika seseorang tersebut sedang menghadapi atau menemui masalah yang belum ketemu solusinya. Namun, masalah yang muncul, tidak menghalangi atau menyebabkan proses berhenti atau macet. Selama proses berlangsung, dia selalu memikirkan jalan keluar atau alternativ solusi kemudian memutuskan solusi terbaiknya.

Kalau jaman now, para eksektutif sering kali menggunakan ungkapan “dipikir karo mlaku” dalam bahasa inggris yaitu “dimasukkan ke parking lot”. Kejadian ini sering terjadi saat meeting, para peserta belum bisa mengambil solusi atas sebuah problem (masalah), kemudian masalah tersebut di catat atau di “parkirkan sementara”.

Perlu ditekankan, “dipikir karo mlaku” harus sudah menemukan solusi atas sebuah masalah sebelum prosesnya selesai. Maka, makin mendekati akhir proses, dia harus berfikir lebih keras supaya segera menemukan solusinya.

Contoh “dipikir karo mlaku”

Kita sedang perjalanan mudik dari kota Surabaya ke kota Medan. Dalam perjalanan tersebut, kita perlu menginap di beberapa kota..entah di Jakarta, Lampung, bisa di Jambi atau di Pekanbaru. Namun, karena sering terjadi kemacetan saat mudik, kita tidak bisa menentukan lokasi dan hotel yang akan kita gunakan untuk istirahat. Maka, selama proses mudik, kita berfikir..kira kira nanti malam jam 19.00 kita sampai di kota apa..dan berfikir untuk mencari hotel yang nyaman dan murah di kota tersebut.

 

“Mas, usiamu sudah mendekati 30 lho, kapan mau datang ke rumah dan berjumpa ayahku?”

“Sabar ya, Dik… Ini juga sedang dipikir karo mlaku.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 ENGINEER'S BLOG