Don’t be Workaholic and forget your family

Don’t be Workaholic and forget your family

Workaholic or family man

Suasana kerja kadang bisa sangat menarik perhatian dan pikiran. Deadline bulanan yang harus dikejar, laporan teknis yang menunggu untuk di review ataupun ratusan email yang masuk inbox tiap hari. Kadang tak terasa, waktu sudah menunjukkan jam 15.30 dan saatnya sholat ashar, namun kita sedang “tanggung dan sedikit lagi” sehingga menunda sholat.

Hampir semua pekerja pernah merasakan situasi dimana “8 jam kerja tak pernah cukup” untuk menuntaskan kewajiban kita sebagai karyawan supaya gaji yang dibawa pulang bisa halal dan barokah. Ataupun malu dibilang atasan karena “makan gaji buta”. Ketatnya timeline pekerjaan, kadang menyerap energi kita dan saat pulang ke rumah kita sudah dalam kondisi “drained”. Apa yang kita “sisakan” untuk keluarga ? Untuk anak-anak yang menunggu kita untuk bermain ? Don’t be workaholic and forget your family. Kita bisa saja pulang agak larut malam..namun jangan jadikan ini sebagai kebiasaan. Saya pernah mempunyai teman yang pekerja keras, sampai harus minum kopi 2 – 5 gelas di kantor. it’s not good for your health, Bro.Bagaimana cara mengelola pekerjaan agar tidak pulang larut malam tiap hari?

Pilihlah pekerjaan anda. Jangan semua pekerjaan, kita ambil. Pilihlah beberapa jenis pekerjaan yang bernilai tinggi dan hindari pekerjaan bernilai rendah namun rumit. Hindari “high effort low impact jobs”. Dengan cara ini, kontribusi kita ke perusahaan tetap terasa tinggi, namun waktu kita tidak tersita banyak.

Atur waktu rapat anda. Biasakan rapat atau meeting di pagi hari atau bisa di siang hari dengan catatan tidak melebihi jam kerja. Seringkali waktu rapat bertambah panjang. Kalau kita jadwalkan rapat selesai jam 16.00 bisa jadi rapat selesai jam 16.30.

Pilih jabatan anda. Semakin tinggi jabatan, maka beban kerja anda akan makin banyak. Meskipun semakin tinggi jabatan, gaji dan rejeki akan makin besar. Kita perlu “pause” kenaikan jabatan. Seberapa besar gaji yang anda inginkan? Seberapa banyak waktu yang akan anda relakan untuk pekerjaan?

Naikkan produktivitas anda. Semakin anda produktiv, maka semakin banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam waktu tertentu sehingga kita bisa pulang ontime. Latih dan tingkatkan fokus kerja anda supaya produktivitas meningkat.

Apakah anda pernah merasakan “8 jam kerja tak pernah cukup”? Bagaimana cara anda mengatasinya? Silahkan berbagi pengalaman di kolom komentar di bawah ini.

 

Salam hangat

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *