apa arti pepatah jawa “nrimo ing pandum”

arti pepatah jawa nrimo ing pandum artinya

Nrimo ing pandum

di dataran tanah jawa kita banyak jumpai pepatah jawa berisi nasihat ataupun anjuran dan larangan mengenai kehidupan. Pepatah jawa tersebut sudah di terapkan dan dijadikan pedoman hidup secara turun temurun sejak jaman nenek moyang sampai sekarang. entah siapa yang membuat dan mem-viralkan pepatah tersebut. Banyak yang anonim. Uniknya, pesan-pesan moral tersebut masih relevan dengan kehidupan milenial saat ini. Sebagian besar pesan tersebut punya hubungan kuat dengan ajaran-ajaran agama. Sebagai contoh pepatah jawa “nrimo ing pandum“.  Pepatah ini sejalan dengan ajaran agama untuk selalu bersyukur. Syukuri apa yang ada.

arti nrimo ing pandum

Mari kita terjemahkan satu-satu. “Nrimo” artinya menerima. “ing pandum” artinya “pemberian” atau “pembagian”. pepatah jawa nrimo ing pandum di terjemahkan ke bahasa indonesia menjadi “menerima pemberian atau pembagian”. nah bingung khan…siapa yang menerima? siapa yang membagi? siapa yang memberi? apa yang dibagi? apakah pemberian itu cukup? kenapa harus diterima pemberian tersebut?

nrimo ing pandum adalah seruan untuk ikhlas menerima karunia / rejeki sebagai pemberian dan pembagian dari Alloh, Tuhan Yang Maha Esa. Rejeki yang kita terima bukanlah mutlak hasil jerih payah kita tanpa peran serta pihak lain. Rejeki berupa uang ataupun hal lainnya sesungguhnya adalah pemberian Tuhan. Pepatah jawa tersebut mengajarkan untuk “rendah diri” dan tidak sombong atas rejeki atau gaji ataupun keuntungan bisnis yang kita upayakan dengan kerja keras ataupun kerja cerdas. kita wajib berusaha, namun hasilnya kita serahkan pada Tuhan. I did my part, let God do his part.

arti pepatah jawa nrimo ing pandum
rejeki adalah pemberian / karunia Alloh

Karena rejeki adalah pemberian Alloh, maka selayak nya kita terima dengan ikhlas, berapapun jumlahnya. Uang yang banyak bukan lah berarti kemuliaan. Gaji yang besar bukanlah pertanda kita hidup mulia. Banyak karyawan ataupun pengusaha yang mendapatkan gaji besar ataupun keuntungan berlipat-lipat namun hidupnya tidak bahagia. Uang tersebut menjadikannya makin jauh dari jalan Tuhan. Jauh dari keberkahan. Ia merasa uang tersebut adalah hak miliknya tanpa ada campur tangan dan peran serta Alloh. Sehingga ia merasa bebas untuk membelanjakan uang tersebut kemana saja.

Makna nrimo ing pandum

apa makna atau hakikat pepatah nrimo ing pandum? karena rejeki adalah pemberian Tuhan, maka wajb kita terima dengan ikhlas dan kita gunakan untuk hal-hal yang membawa keberkahan. Sebagian rejeki kita sedekahkan. Karena itu adalah pemberian Alloh yang Maha Bijaksana, maka kita yakin bahwa jumlah tersebut sudah “sesuai” dengan kondisi kita. Nggak perlu iri atau hasad dengan rejeki orang lain. Misalnya telapak kaki kita ukuran 41, maka kita hanya “butuh” sepatu ukuran 41. Nggak usah iri dengan teman kita yang punya sepatu ukuran 44. Kalau kita nekad ingin sepatu ukuran 44, malah jadi aneh dan lucu, nggak pantas kita gunakan. Kalau kondisi jiwa kita belum sanggup terima gaji ratusan juta, ya nggak usah ingin gaji ratusan juta. nggak bakal sanggup untuk mengontrol “nafsu” dan keinginan kita.

nrimo ing pandum mengajak kita untuk sadar diri. Bahwa rejeki adalah pemberian Alloh. Bahwa jumlahnya sudah sesuai dengan kondisi kita. mari kita syukuri dan nggak perlu iri. Karana iri bisa jadi penyakit hati yang menyebabkan hidup kita jadi sengsara atau nelangsa.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *