kisah zuhud manusia setengah dewa

 

Makna zuhud

zuhud artinya tidak cinta pada dunia dan segala isinya. Bahasa sederhananya…zuhud itu sikap hidup yang menganggap harta dunia sebagai sesuatu yang “tidak ada nilainya” dibandingkan dengan akhirat. Tidak mencintai dunia secara berlebihan. Tidak menyimpan dunia dalam hatinya. Harta dan segala macam kemewahan dunia hanya diletakkan di tangannya saja. Bisa jadi ia orang yang sangat kaya. Tapi ia tidak sombong dan berbangga atas kekayaannya. Apakah ada orang seperti itu? Ada. Biasanya orang yang zuhud, ia punya sikap mulia lainnya seperti rendah hati, memuliakan dan menghormati orang lain.

Manusia setengah dewa

boleh jadi anda tidak percaya cerita saya. cerita tentang seorang kawan saya yang punya penghasilan puluhan juta. seorang pekerja dan wiraswasta. namun rumahnya sangat-sangat sederhana. mobilnya sangat sederhana..bahkan boleh dibilang mobil tua. Bajunya pun sederhana tapi bersih. Celana panjangnya sangat khas…sedikit di atas mata kaki alias cingkrang. rajin puasa sunnah senin-kamis. sekarang ia jalanai puasa Daud. sedekahnya luar biasa. ngeri sekali. terakhir kali saya dengar ia beli tanah sekitar 1,6 hektar untuk dibuat pondok pesantren. sebagian murid pesantren nya di gratiskan. tiap hari jumat, pesantren nya buat masakan sederhana dan dibagi-bagikan ke masyarakat sekitarnya. estimasi saya, ia sudah habiskan dana 400juta lebih untuk pesantren tersebut.

zuhud artinya
zuhud

suatu malam, saya pernah menemani dia belajar ilmu agama di suatu masjid di tengah kampung. belajar tahsin. duduklah kami bersama jamaah lain dan berkenalan dengan salah satu Bapak tua disana. Si Bapak ini kerjanya “nggak jelas”. Kadang jadi tukang ojek dengan penghasilan seadanya. Dari raut wajahnya nampak ia minder dengan kondisi ekonominya. Ketika Bapak ini bertanya kepada teman saya “Kerjanya dimana, Mas?” dijawab dengan jawaban yang menunjukkan kerendahan hatinya namun tidak berbohong. “Saya jualan Pak. Dagang…yah dagang seadanya lah”. Dengan jawaban yang rendah hati..seolah-olah ingin menyampaikan bahwa “kita sama-sama orang yang penghasilannya rendah, kerjanya nggak jelas, gajinya juga nggak tetap”.  Dari sikap zuhud dan sederhana tersebut, akhirnya mereka berdua merasa nyaman dan akrab sehingga suasana malam itu terasa sejuk di hati. Yang penghasilannya besar tidak sombong. Yang penghasilannya kecil tidak merasa minder.

 

pernah dia cerita tentang 3 ruko nya di bekasi. 2 ruko disewakan untuk menambah penghasilan. 1 ruko di gratiskan untuk pengurus masjid, supaya pengurus masjid belajar wira usaha. sangat bijaksana.

 

meleleh air mata

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *