makna dan arti tembang lir ilir dari Sunan Kalijogo

lir ilir artinya sunan kalijogo
“Lir-ilir, lir-ilir, tandure wes sumilir
Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro, dodotiro, kumitir bedah ing pinggir
Dondomono, jlumatono, kanggo sebo mengko sore
Mumpung pandhang rembulane, mumpung jembar kalangane
Yo surako surak hiyo”

Makna tembang lir ilir

sungguh indah dan menakjubkan lagu jawa atau yang dikenal sebagai “tembang” ciptaan Sunan Kalijogo ini. Tembang ini mengajarkan falsafah kehidupan supaya kita mencapai tujuan akhir dari hidup kita yaitu khusnul khotimah.

Lir ilir yang artinya ngelilir (bangunlah), bangunlah atau bisa diartikan sebagai sadarlah. Sunan Kalijogo mengajak umat Islam untuk bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh ALLAH SWT dalam diri kita, karena itu digambarkan dengan Tandure wus sumilir atau tanaman yang mulai bersemi dan pohon-pohon yang mulai menghijau bagaikan Tak ijo royo-royo.

apakah anda akan tetap tidur dan membiarkan tanaman iman anda mati? atau bangun dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga menjadi tinggi dan mendapatkan kebahagian atau kesuksesan (Falah)? seperti bahagianya pengantin baru atau Tak sengguh temanten anyar.

meski susah, jangan menyerah. don’t give up

Cah angon – Cah angon atau anak gembala, yang artinya kita telah diberi sesuatu oleh ALLAH SWT untuk kita gembalakan yaitu “HATI”, bisakah kita gembalakan hati kita ini dari dorongan hawa nafsu yang demikian kuatnya? si anak gembala diminta untuk memanjat pohon belimbing atau Penekno blimbing kuwi yang notabene buah belimbing itu bergerigi lima buah, dalam hal ini sebagai gambaran dari disuruh untuk menjalankan Sholat 5 waktu, dan Lima Rukun Islam.

Pohon belimbing itu memang licin dan meskipun dalam keadaan susah untuk melaksanakannya, kita harus bisa memanjatnya sekuat tenaga yang artinya kita tetap berusaha menjalankan sholat 5 waktu / Rukun Islam apapun halangan dan resikonya bagaikan Lunyu-lunyu penekno. lalu apa gunanya semua ini? semua ini berguna untuk mencuci badan kita atau Kanggo mbasuh dodotiro (dada kamu) yang bermakna bahwa badan itu yang harus di bersihkan dari segala macam dosa.

sucikan diri dari dosa supaya bisa khusnul khotimah

Dodotiro, Dodotiro yang berarti adalah badan kamu harus di bersihkan dari dosa. Namun sebagai manusia biasa badan kamu terkadang banyak lukanya (badan yang masih banyak dosa) sehingga perlu obati bagaikan Dondomono, Jlumatono agar menjadi badan yang sehat (bersih dari dosa). Kanggo sebo mengko sore atau untuk menghadapi nanti sore, kata ini mempunyai makna bahwa suatu saat kita semua pasti akan mati, karena itu kita selalu diminta untuk membersihkan badan kita dari dosa, agar kelak kita siap ketika dipanggil menghadap kehadirot ALLAH SWT, karena kematian atas semua makhluk hidup adalah rahasia dari ALLAH SWT, dan kita bisa dipanggil atau mati kapan saja.

arti tembang liri ilir

mumpung masih ada waktu

Mumpung padhang rembulane, Mumpung Jembar kalangane atau selagi rembulannya masih terang dan selagi banyak waktu luangnya atau banyak kesempatan, kata-kata ini mengandung arti bahwa ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, dan ketika masih banyak kesempatan karena diberi umur yang masih menempel pada hayat kita maka pergunakanlah waktu dan kesempatan itu untuk bisa membersihkan diri dari segala macam dosa agar senantiasa selalu bertaqwa kepada ALLAH SWT. Selanjutnya Yo surako surak iyo atau bersoraklah dengan sorakan iya untuk menyambut seruan ini dengan sorak sorai, ketika kita masih sehat dan mempunyai waktu luang. Jika ada yang mengingatkan, maka jawablah dengan “Iya”. Setelah kita melaksanakan semua itu maka kita akan bergembira atau senang dan bersorak.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *