apa arti Welding Procedure Specification (WPS)?

Kapan kita perlu Welding procedure specification?

sebagian kegiatan EPC yang paling critical dalam oil and gas industry adalah pengelasan. Pengelasan dilakukan ketika EPC memasuki fase ketiga yaitu Construction misalnya pada saat fabrikasi bejana tekan, storage tank, process piping dan pipeline. Pengelasan juga seringkali dilakukan pada saat setelah proyek EPC selesai ataupun Palnt sudah start up, misalnya ketika ada perbaikan ataupun saat Turn arround. Pengelasan yang dilakukan saat Plant sudah beroperasi memiliki harzard yang jauh lebih besar dibandingkan ketika proyek EPC. Untuk memastikan pengelasan bisa dilakukan dengan selamat dan technically accepted, maka perlu dibuatkan prosedur pengelasan yang memenuhi syarat. Prosedur ini sering kita sebut sebagai Welding procedure specification (WPS)

Welding procedure specification adalah semacam resep untuk pengelasan, mirip seperti resep untuk masakan. Apabila resep makanannya jelas, maka koki manapun bisa membuat masakan dengan baik dan enak dimakan. WPS ini menjelaskan langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat kualitas las sesuai kondisi standard yang ditentukan. WPS merupakan alat komunikasi semua pihak yang terlibat tentang bagaimana pengelasan tersebut dilakukan. Oleh karena itu, WPS harus tersedia dan bisa digunakan oleh Foreman, welding inspector dan welder.

Proses pengelasan yang tidak sesuai prosedur dapat menyebabkan kecelakaan kerja yang bahkan sampai menimbulkan korban jiwa (fatality)ataupun menyebabkan equipment lebih cepat rusak. Ada beberapa kasus yang terjadi kecelakaan kerja akibat proses pengelasan. ASME Boiler and Pressure Vessel Code, merupakan salah satu standar yang digunakan dalam industri migas, terdiri dari 12 Section.

ASME Section IX QW-490 menjelaskan definisi pengelasan adalah penyambungan terlokalisasi dari logam (metal) atau non logam yang dihasilkan dengan memanaskan material hingga temperatur las, dengan atau tanpa menggunakan tekanan (pressure), atau hanya tekanan, dengan atau tanpa menggunakan logam pengisi (filler metal). Sebagian besar industri minyak dan gas menggunakan Proses las busur listrik (arc welding) yaitu SMAW, GMAW, GTAW dan SAW.

Welding Procedure Specification (WPS) atau spesifikasi prosedur las merupakan prosedur tertulis tentang pengelasan yang sudah terkualifikasi untuk memberikan arahan dalam membuat pengelasan produksi (production weld) sesuai dengan persyaratan dari standar yang dipakai. WPS dapat digunakan untuk memberikan arahan kepada juru las untuk menjamin kesesuaian dengan persyaratan dari standar yang dipakai. Variabel yang terlibat selama pengelasan dikelompokkan menjadi 3 yaitu essential variable, non essential variable, dan supplementary essential variable (jika diperlukan).

welding procedure specification wps
contoh design fillet weld

Essential variable adalah semua variabel yang apabila berubah akan berpengaruh terhadap mechanical properties dari hasil las membutuhkan kualifikasi ulang WPS (QW-251.2). non essential variable adalah semua variabel yang apabila berubah dapat dibuat dalam WPS tanpa kualifikasi ulang (QW-251.3). Sedangkan Supplementary essential variable akan menjadi essential variable apabila proses pengelasan mensyaratkan notch-toughness test atau impact test. Impact test ini seringkali diwajibkan oleh Designer ataupun Code untuk equipment yang digunakan pada kondisi low temperatur yang menyebabkan terjadi perubahan sifat material dari ulet menjadi getas. Berikut ini perubahan variabel yang sering terjadi pada proses pengelasan:

  • Perubahan proses las
  • Perubahan material
  • Perubahan design sambungan
  • Perubahan tebal
  • Perubahan diameter
  • Perubahan kawat las ( bahan pengisi )
  • Perubahan ukuran bahan pengisi
  • Perubahan waktu antar pas
  • Perubahan pada laju aliran ( gas flow rate )
  • Perubahan jenis gas pelindung
  • Perubahan kecepatan pengelasan ( Travel speed )
  • Perubahan arah pengelasan ( uphill ke downhill )
  • Perubahan persyaratan Pre-Heating
  • Perubahan persyaratan PWHT
  • Perubahan arus listrik

Setiap proses las mempunyai variabel yang berbeda-beda. Data variabel ini bisa dilihatsecara lengkap pada ASME Section IX. Sebagai contoh proses las SMAW diatur di dalam QW-253. Tebal T (test coupon) yang digunakan saat qualifikasi WPS di anggap sebagai essential variabel. Apabila test coupon nya menggunakan plat dengan tebal T = 1.5mm, maka WPS hanya valid untuk digunakan pada pengelasan produksi dengan tebal material 1.5 mm sampai 3.00 mm ( sesuai QW-451.1). Jika saat pengelasan produksi mempunyai ketebalan meterial 4mm, maka perlu WPS tambahan.

welding procedure specification wps artinya
guided bend test untuk WPS

WPS perlu di uji untuk memastikan prosedur yang dibuat bisa menghasilkan las produksi yang bagus. metode pengujian terbagi menjadi dua yaitu Destructive Test dan Non Destructive Test. Berikut ini jenis-jenis pengujian yang digunakan:

1) Mechanical Tests (QW-141) digunakan untuk kualifikasi WPS dan kualifikasi welder yang terdiri dari:

  • Tension tests.
  • Guided-bend tests atau uji tekuk
  • Fillet-weld tests,
  • Notch-toughness tests,

2) Radiography Examination. Tes ini dapat digunakan untuk menggantikan mechanical test dalam kualifikasi unjuk kerja pengelasan tipe groove untuk membuktikan kemampuan juru las dalam membuat sound welds (QW-142).

3) Visual examination . tes ini untuk menunjukan complete joint penetration serta complete fusion antara weld metal dan base metal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *