Pendamping Wisuda dan Pengacara

Pendamping Wisuda

teman saya pernah berseloroh…masuk ( ketrima jadi mahasiswa ) jurusan teknik itu susah. Keluarnya ( lulusnya ) lebih susah lagi. Kamu pernah dengar ungapan tersebut? itu mitos atau fakta? Sebagian sohib saya memang ada yang terlambat lulus. Alasan nya macam-macam. Ada yang terlambat lulus karena faktor keluarga ( maksudnya gagal pacaran ), ada yang karena alasan skripsinya terlalu rumit atau nggak sesuai dengan “passion”nya dan ada juga karena terlalu asik kegiatan diluar kuliah. Misalnya aktif di BEM atau himpunan mahasiswa. Being a senior is exciting. jadi mahasiswa senior itu menyenangkan, karena bisa nyuruh-nyuruh juniornya haha…

Karena sulitnya lulus dari jurusan teknik, adalah suatu kebanggaan bagi saya karena bisa menyelesaikan studi di jurusan teknik dalam waktu kurang dari 4,5 tahun. Prestasi yang pantas di rayakan bareng rekan-rekan se-angkatan di warung angkringan ataupun di Cafe. Cuman sayangnya, saat wisuda saya belum punya Pendamping. Belum punya pacar karena memang nggak pacaran. Lain halnya dengan mahasiswa lainnya. Saat selesai pendadaran / sidang akhir, biasanya Pendamping Wisuda-nya sudah nungguin di luar ruang sidang. Momen Wisuda ini, biasanya di manfaatkan oleh mahasiswa untuk mengenalkan pacar kepada Orang tua. Apalagi kalau orang tuanya berasal dari luar kota.

wisuda cari kerja
kegiatan rutin setelah wisuda adalah job interview

Pengacara – Pengangguran banyak acara

Wisuda adalah puncak kebahagiaan bagi mahasiswa. kita bisa jadi raja dalam sehari. Bahagia banget. Foto selfie sana-sini. Setelah lewat 1 minggu, maka rasa bahagia itu mulai berganti jadi rasa takut dan kuatir. Kuatir karena belum ketrima kerja. status mahasiswa sudah hilang, kerja juga belum dapat. Alhasil, statusnya jadi Pengacara alias pengangguran banyak acara. berikut ini beberapa kegiatan positif para pengacara supaya nggak bosan:

  • Ikut training atau kursus. misalnya ikut training TOEFL dan cari score TOEFL yang bagus.
  • ikut kegiatan di Laboratotium jadi asisten Lab
  • bantuain pak dosen mengerjakan penelitian. lumayan, bisa dapat uang jajan. Bahkan ada teman yang berhasil melanjutkan & menyelesaikan kuliah S2 dengan uang jajan tersebut.
  • kerja sampingan. Paling mudah jadi tentor.
  • memperdalam ilmu agama alias ikut pengajian
  • ikut club olahraga
  • rajin jalan-jalan ke kampus kihat lowongan kerja
  • rajin update CV dan nyebar CV ke website pencari kerja seperti jobstreet.com dll
  • kerja part time

kegiatan positif di atas, sangat bermanfaat. bisa mengurangi rasa stress selama jadi pengacara. Khan, nggak enak banget kalau ketemu tetangga trus ditanya “sudah kerja dimana?” ..mirip pertanyaan kepada para jomblo senior “kapan kamu nikah? mana undangannya ?”

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *