Manusia yang tidak takut, tidak khawatir dan tidak sedih

Dahulu ketika masih kelas 3 SMA, saya belajar hampir tiap hari supaya bisa di terima kuliah di Universitas Favorit dan jurusan teknik. Meski sudah belajar, tetap saja ada rasa khawatir kalau tidak lulus UMPTN dan menyiapkan rencana cadangan..kuliah D3.

Setelah diterima jadi mahasiswa di Bulak Sumur, menyelesaikan studi sampai mendapat gelar sarjana Teknik , muncul rasa khawatir kalau nggak bisa kerja di perusahaan besar dengan gaji cukup. Rasa khawatir dan takut akan masa depan selalu hadir tiap episode kehidupan. Hanya saja alasannya berubah-ubah. Sudah kerja, takut perusahaannya bangkrut dan kena PHK. Sudah berkeluarga, takut anaknya nggak naik kelas. Takut, cemas atau khawatir membuat manusia bersedih hati.

Bagaimana menangani rasa takut tersebut? berikut ini saran dari Ustadz Amirudin Abdullah Rasul:

 

11 golongan manusia dalam al-Qur’an yang tidak ada rasa takut / khawatir pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati:

Pertama;
فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ
“Maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”.
(Al-Baqarah : 38)

Kedua;
مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا فَلَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ
“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan amal shaleh, mereka mendapat pahala dari Rabbnya, dan tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati”.
(Al-Baqarah : 62)

Ketiga;
مَنۡ أَسۡلَمَ وَجۡهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحۡسِنٞ فَلَهُۥٓ أَجۡرُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ
“Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, maka dia mendapat pahala di sisi Rabbnya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”.
(Al-Baqarah : 112)

Keempat;
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ لَا يُتۡبِعُونَ مَآ أَنفَقُواْ مَنّٗا وَلَآ أَذٗى لَّهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ
“Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan penerima, mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka. dan Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”.
(Al-Baqarah : 262).

Kelima;
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُم بِٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ فَلَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ
“Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”.
(Al-Baqarah : 274)

Keenam;
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ
“Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shaleh, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”.
(Al-Baqarah : 277)

Ketujuh;
وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمۡوَٰتَۢاۚ بَلۡ أَحۡيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمۡ يُرۡزَقُونَ * فَرِحِينَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ وَيَسۡتَبۡشِرُونَ بِٱلَّذِينَ لَمۡ يَلۡحَقُواْ بِهِم مِّنۡ خَلۡفِهِمۡ أَلَّا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ
“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, disisi Rabbnya mereka mendapat rezeki.
Mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”.
(Ali ‘Imran : 169-170)

Kedelapan;
فَمَنۡ ءَامَنَ وَأَصۡلَحَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ
“Barangsiapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”.
(Al-An’am : 48)

Kesembilan;
فَمَنِ ٱتَّقَىٰ وَأَصۡلَحَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ
“maka barangsiapa bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati”.
(Al-A’raaf : 35)

Kesepuluh;
أَلَآ إِنَّ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ
“Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”.
(Yunus : 62)

Kesebelas;
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata; “Rabb kami adalah Allah,” kemudian mereka tetap istiqomah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati”.
(Al-Ahqaf : 13)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *