bagaimana metode inspeksi pigging: foam pig sampai smart pig / ILI

Pigging

Setiap perusahan minyak dan gas wajib melakukan aktivitas inspeksi pipa. metode inspeksi yang sering digunakan bervariasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. mulai dari UT conevntinal, LRUT, MTM, visual inspection sampai metode yang paling canggih yaitu ILI atau sering disebut dengan pigging. berdasarkan pengalaman saya selama 15 tahun di bidang inspeksi, metode pigging ini merupakan metode inspeksi yang paling sempurna dengan harga yang relatif murah dibanding dengan metode LRUT. proses inspeksi pigging ini dilakukan dengan cara memasukkan pig di dalam pipa tanpa mengganggu operasi pipa ataupun menghentikan aliran di dalam pipa.

Cleaning pigging vs smart pigging / ILI

Operasi-operasi pigging termasuk, tetapi tidak terbatas pada, pembersihan dan inspeksi pipa. Cleaning pigging digunakan untuk membersihkan kotoran yang ada di dalam pipa. kotoran yang dimaksud antara lain material dari fluida itu sendiri ataupun material bekas saat konstruksi pipa yaitu pasir, wax, scale, welding rod, sarung tangan dll. Smart pigging atau ILI digunakan untuk mengetahui kondisi integritas pipa yaitu ketebalan pipa, sleeve yang terpasang pada pipa, korosi yang terjadi di pipa serta feature-feature yang ada di sepanjang pipa tersebut. data yang diperoleh sangat detail. kita bisa mengetahui ukuran korosi dalam satuan mm, bahkan lokasi sambungan las antar pipa. data panjang korosi serta bentuk korosi yang terjadi di dalam pipa digunakan oleh seorang engineering untuk menghitung kekuatan operasi pipa.

low medum high density foam pig
foam pigging

Pig cleaning system dan foam pig types.

pig cleaning system terdiri dari beberapa bagian yaitu pig launcher, pig tracking dan pig receiver. Pig launcher diletakkan di bagian upstream pipa. pada awalnya, pig dimasukkan di pig launcher, kemudian pig ditendang oleh kicker line sehingga pig masuk kedalam pipa utama mengikuti arah aliran. pada saat pig berjalan di dalam pipa, ada mekanisme pig tracking untuk monitoring lokasi pig. di downstream, pig akan melewati sebuah pressure vessel yang biasa disebut sebagai pig receiver. kotoran yang ada di dalam pipa, akan didorong oleh pig masuk kedalam pig receiver. pada saat melakukan pipe cleaning atau kadang kita menyebutnya sebagai progressive cleaning, ada beberapa type pig yang digunakan yaitu:
1. low density foam pig
2. medium density foam pig
3. high density foam pig
4. cup pig
5. BI-DI pig

kenapa kita perlu bermacam-macam pig? target utama dari pig cleaning adalah tingkat kebersihan pipa yang paling tinggi sehingga tercapai kriteria yang ditentukan oleh pig companies namun kita juga harus menghindari terjadinya pig stuck. Foam pig berguna untuk memastikan bahwa tidak ada halangan / restriction di dalam pipa. kalau ada restriction, maka foam pig akan rusak. kemudian para inspector dan operator akan mencari penyebab dan lokasi restriction tersebut. foam pig ini merupakan alat untuk mengkonfirmasi bahwa cup pig dan BI-DI pig bisa masuk ke dalam pipa dengan aman tanpa terjadi stuck. Cup pig digunakan untuk membersihkan kotoran didalam pipa. namun cup pig didesain untuk membersihkan sebagian kotoran saja. kotoran yang lebih berat, akan dibersihkan oleh BI-DI pig.

pipeline pigging companies
pig launcher

pig tracking system

secara umum, pipeline pigging companies akan memasang sebuah transmitter di bagian belakang foam pig / cup pig/ BI-DI pig. transmitter tersebut akan memancarkan sinyal sehingga tertangkap oleh suatu alat yang disebut EPD. dengan sistem ini, lokasi pig akan mudah dideteksi oleh pegawai pipeline pigging companies yang menunggu di titik-titik disepanjang pipa, misalnya setiap 500 m. kemudian akan dibuatkan laporan tracking sebagai contoh berikut ini:
1. pig launcher. 05:00 AM. Pressure 200 psi (pig launcher) / 100 psi (pig receiver)
2. PKM 500. 05:30 AM. Pressure 198 psi (pig launcher) / 99 psi (pig receiver)
3. PKM 1,000. 06:01 AM. Pressure 199 psi (pig launcher) / 100 psi (pig receiver)
4. PKM 1,500. 06:29 AM. Pressure 201 psi (pig launcher) / 97 psi (pig receiver)

dst

kandang kala kita menghadapi kondisi yang tidak ideal sehingga terjadi kerusakan transmitter dan pig tidak bisa terlacak posisinya. Pipeline pigging companies menyebut kondisi ini sebagai untrack pig. Untuk mengantisipasi kondisi ini, inspector menggunakan alat tambahan yaitu geophone. Geophone ini berfungsi untuk memperbesar suara di dalam pipa sehingga bisa terdengar jelas oleh telinga. Ketika pig lewat, suara pig akan terdeteksi oleh telinga. Berikut ini beberapa kondisi yang sering menyebabkan untrack pig dan para inspektor terpaksa melakukan pig hunting:
1. sinyal transmitter lemah
2. terjadi “noise” disepanjang jalur pipa. noise bisa disebabkan karena kendaraan yang melintasi jalur pipa sehingga menyebabkan sinyal palsu tertangkap oleh EPD.
3. setting di alat EPD
4. transmitter terlepas dari medium density foam pig dan high densityfoam pig
5. low density foam pig tidak bisa dipasangi transmitter. sehingga inspektor hanya menggunakan alat geophone.
6. temperatur fluida sangat tinggi sehingga transmitter tidak berfungsi memancarkan sinyal.

Apabila terjadi kondisi untrack pig, maka engineer/inspektor akan bekerjasama dengan operator untuk melakukan evaluasi aliran serta kalkulasi untuk memperkirakan posisi pig yang sesungguhnya. Prinsip yang digunakan adalah menghitung kecepatan pig dengan menggunakan data flowrate dan luasan pipa. Apabila kecepatan pig bisa diketahui, maka posisi pig bisa diperkirakan dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *