Perbedaan Process Safety dan Personal Safety

Health, Environmental and Safety

Di dunia kerja dan industri, para pimpinan kerja sering kali memberikan target produksi, target finansial serta target HES yaitu Health Environtmental and Safety. Tiga hal terakhir ini sering dijadikan parameter kesuksesan sebuah perusahaan. Perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang mengutamakan Health atau kesehatan kerja, Environtmental atau tidak mencemari lingkungan dan Safety atau keselamatan kerja. Perusahaan yang sempurna adalah yang menghasilkan keuntungan kepada para stake holder ( pemangku kepentingan ) dan unggul dalam hal HES.

indikator Safety

Apa parameter / tolok ukur untuk safety? berikut ini beberapa parameter yang berkaitan dengan safety:

  • jumlah jam kerja ( manhours ) tanpa kecelakaan kerja. Makin besar angkanya, maka indikasinya makin bagus.
  • jumlah kecelakaan ( major / minor ). makin kecil jumlah kecelakaan, maka indikasi safety nya makin bagus.
  • jumlah hari tidak bisa kerja, yaitu apabila ada tenaga kerja yang terkena kecelakaan sehingga ia tidak bisa bekerja.

Keunggulan dalam hal HES sering mempengaruhi harga saham perusahaan. Perusahaan dengan HES performance yang rendah, akan ditinggalkan oleh pemilik modal. Tentu saja para pemilik modal ingin perusahaan tersebut aman dan selamat selama beroperasi sehingga bisa menghasilkan keuntungan dan bisnis nya bisa sustain ( tahan lama ).

pengertian process safety adalah

Untuk mencapai tingkat safety performance yang unggul, management perusahaan membuat komitmen dan menjalankan kebijakan yang mendukung safety. Sebagai contoh, perusahaan membuat organisasi Safety Department yang terdiri dari HES Manager, HES Coordinator sampai ke level HES officer. Tim ini yang berjibaku serta bertekuk lumus untuk membuat safety performance menjadi semakin baik. Salah satunya dengan membuat program yang berkaitan dengan Personal Safety dan Process safety.

Personal Safety

Apa arti personal safety? Personal safety adalah bagian dari safety yang berhubungan langsung dengan perilaku atau behaviour serta kegiatan manusia ( tenaga kerja ). Sebagai contoh, perilaku pekerja (sopir/driver) ketika mengemudikan kendaraan perlu diperbaiki dengan berbagai prosedur yaitu Training mengemudi, Surat ijin mengemudi serta pengawasan ketika mengemudi dengan bantuan GPS tracker. Contoh lainnya, pekerja wajib memakai helm, kacamata safety atau sarung tangan untuk melindungi dirinya dari bahaya / resika kerja.

Process safety

apa pengertian process safety? process safety adalah bagian dari safety yang berhubungan dengan proses / operasional di sebuah plant / pabrik. Misalnya pabrik pembuat pupuk, di dalam proses / operasinya menggunakan bejana tekan (pressure vessel) , tangki, pipa dll harus dilengkapi dengan Pressure Safety Valve sehingga apabila ada upset condition, tidak menyebabkan kecelakaan kerja. Salah satu fokus dari process safety adalah design, operasional serta maintenance pabrik telah mengikuti kaidah-kaidah teknis sesuai dengan aturan yang berlaku.

kenapa perlu process safety?

sebagaimana disebutkan dalam publikasi OSHA (https://www.osha.gov/Publications/osha3132.html), pelepasan cairan dan gas beracun, reaktif, atau mudah terbakar yang tak terduga dalam proses yang melibatkan bahan kimia berbahaya telah dilaporkan selama bertahun-tahun. Insiden terus terjadi di berbagai industri yang menggunakan bahan kimia sangat berbahaya yang mungkin beracun, reaktif, mudah terbakar, atau meledak, atau dapat menunjukkan kombinasi sifat-sifat ini. Terlepas dari industri yang menggunakan bahan kimia yang sangat berbahaya ini, ada potensi untuk pelepasan yang tidak disengaja kapan saja mereka tidak terkontrol dengan baik. Ini, pada gilirannya, menciptakan kemungkinan bencana.

Bencana besar juga terjadi pada insiden Bhopal 1984, India, yang mengakibatkan lebih dari 2.000 kematian; insiden Phillips Petroleum Company Oktober 1989, Pasadena, TX, mengakibatkan 23 kematian dan 132 cedera; insiden BASF Juli 1990, Cincinnati, OH, yang mengakibatkan 2 kematian, dan insiden Mei 1991 IMC, Sterlington, LA, yang mengakibatkan 8 kematian dan 128 cedera. Meskipun bencana besar yang melibatkan bahan kimia berbahaya ini menarik perhatian nasional terhadap potensi bencana besar, catatan publik dipenuhi dengan informasi mengenai banyak pelepasan bahan kimia berbahaya lain yang kurang penting. Pelepasan bahan kimia berbahaya terus menjadi ancaman signifikan bagi karyawan dan memberikan dorongan, secara internasional dan nasional, bagi pihak berwenang untuk mengembangkan atau mempertimbangkan pengembangan undang-undang dan peraturan untuk menghilangkan atau meminimalkan potensi peristiwa semacam itu.

Berdasarkan beberapa kejadian tersebut dan insiden lainnya, maka perusahaan berjuang dengan gigih menerapkan process safety management. Salah satu pedoman yang sering dijadikan rujukan adalah OSHA atau Occupational Safety and Health Administration (https://www.osha.gov).

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *